• Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Memorapro
Sabtu, 18 April 2026
Musiklik
  • Showbiz
  • Musiklopedi
  • Intips
  • Musiklik TV
  • Musikamu
  • Chord & Lirik
  • Radio
Tak ada hasil
Lihat semua hasil
Musiklik
  • Showbiz
  • Musiklopedi
  • Intips
  • Musiklik TV
  • Musikamu
  • Chord & Lirik
  • Radio
Tak ada hasil
Lihat semua hasil
Musiklik
Beranda Musiklopedi

Soekarno dan Ketidaksukaannya terhadap Musik ‘Ngak-ngik-ngok’

Askara Bhumi Oleh Askara Bhumi
20 Jul 2019
Dalam Musiklopedi
0
Soekarno menutup telinganya | Foto: via Seventh News Service

Soekarno menutup telinganya | Foto: via Seventh News Service

Sastrawan Pramoedya dalam buku ‘Saya Terbakar Amarah Sendirian’ yang dilansir dari Republika menjelaskan bahwa “Soekarno sangat anti dengan musik ‘ngak-ngik-ngok’ dari Amerika. ‘Ngak-ngik-ngok’ yang dimaksud adalah musik jenis rock ‘n roll ala barat layaknya Elvis Presley dan The Beatles yang tenar kala itu. Musik jenis itu dianggap mewakili semangat Nekolim atau Neo Kolonialisme Imprealisme.

Pada saat republik ini masih muda, medio 1950-an, rakyat Indonesia sangat menggandrungi lagu-lagu asing terutama musik bertempo cepat macam rock ‘n roll berbahasa Inggris. Media asing seperti ABC Australia, Hilversum Belanda, dan Voice Of Amerika (VOA) yang paling bertanggung jawab atas fenomena tersebut. Tak ketinggalan backsound film-film barat yang diimpor ke Indonesia ikut membantu menyebarkan musik ‘ngak-ngik-ngok’ semakin sporadis.

Wabah lagu-lagu Elvis Presley hingga Bill Haley menyerang anak muda Indonesia. Tak sedikit yang keranjingan lantas membentuk orkes, sebutan tenar untuk grup band masa itu.

Baca juga: Lima Fakta Unik Band Legendaris The Beatles

Hal tersebut memicu kekhawatiran Soekarno. ‘Dalam 100 tahun musik Indonesia’, Denny Sakrie menuturkan bahwa sang Proklamator RI sangat mengkhawatirkan budaya bangsa termasuk lagu daerah yang makin tergerus, digantikan budaya barat.

Pada hari proklamasi 17 Agustus 1959, dalam pidatonya yang berjudul ‘Tahun Vive Pericoloso’ (Tavip), Soekarno mengeluarkan sebuah manifesto yang diberi nama ‘Manipol USDEK/Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia’.

Dalam pidatonya, Soekarno sangat menentang keras apa yang disebutnya musik ‘ngak-ngik-ngok’, literatur picisan, dan dansa-dansa gila-gilaan. Soekarno menganggap lewat penyebaran kebudayaan, kaum imperialis ingin merusak moral dan tatanan kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Dianggap Menghambat Pembangunan, Orde Baru Larang Lagu Cengeng

Soekarno menggagas untuk mengganti tarian dansa yang kerap dipertunjukkan di kelab dengan tarian lenso asal Maluku. Tak cukup sampai disitu, Ia memerintahkan Radio Republik Indonesia (RRI) untuk tidak memutar lagu jenis ‘ngak-ngik-ngok’ (rock and roll, cha-caha, tango, hingga mambo) per Oktober 1959.

Sejumlah seniman Indonesia bersama Soekarno akhirnya berhasil menggarap lagu berirama lenso yang diberi judul ‘Bersuka Ria’. Lagu yang dinyanyikan oleh Rita Zaharah, Nita Lesmana, Bing Slamet dan Titiek Puspa tersebut dirilis tanggal 14 April 1965 bersama beberapa judul lainnya dalam album kompilasi ‘Mari Bersuka Ria’.

Baca juga: Sejarah Pemutar Musik dari Masa ke Masa: Piringan Hitam hingga Streaming

Grup ‘The Lensoist’ yang terdiri dari Bing Slamet, Titiek Puspa, Nien Lesmana, Munif A Bahasuan, Idris Sardi, Jack Lesmana, Bubi Chen dan beberapa orang lainnya diajak terbang ke Amerika oleh Soekarno dalam lawatannya antara tahun 1946-1965. Hal tersebut bertujuan untuk mengangkat martabat musik Indonesia di kancah dunia.

Artikel Sebelumnya

Ini Penyebab Lagu ‘I Love You 3000’ Milik Stephanie Poetri Langsung Hits

Artikel Selanjutnya

OK Go, Visualkan Lagu ‘The One Moment’ dalam 4,2 Detik

Rekomendasi Artikel

Video Korea Sensor KBS
Musiklopedi

Lima Video Musik Korea yang Tidak Lulus Sensor Televisi KBS

18 Jul 2021
Menteri Penerangan Harmoko melarang lagu cengeng
Musiklopedi

Dianggap Menghambat Pembangunan, Orde Baru Larang Lagu Cengeng

2 Jul 2021
Mendengarkan musik - Alodokter
Musiklopedi

Sejarah Pemutar Musik dari Masa ke Masa: Piringan Hitam hingga Streaming

13 Agu 2020
Artikel Selanjutnya
Opening MV 'The One Moment' | Foto: tangkapan layar YouTube OK Go

OK Go, Visualkan Lagu 'The One Moment' dalam 4,2 Detik

Komentari post

Terbaru

Public

Guida avanzata al gioco d'azzardo strategie per migliorare le tue probabilità di vincita

Oleh Musiklik
18 Apr 2026

Guida avanzata al gioco d'azzardo strategie per migliorare le tue probabilità di vincita Comprendere le probabilità nel gioco d'azzardo Nel...

Free Pokies Australia Gamble Free online Pokies enjoyment with online roulette no obtain

18 Apr 2026

How Growing Prize Pools Build Up Throughout Networked Slot Machines

18 Apr 2026

Pharaos Wealth Slot: slot wild circus Information, Totally free Revolves and a lot more

18 Apr 2026

Cool Fresh handy link fruit Redstone

18 Apr 2026

No-deposit Gambling enterprise Bonuses lucky streak slot free spins 2026 Greatest Free Spins, Discount coupons and Real Victory Offers

18 Apr 2026
  • Pick Gitar | Foto: Mayank. D via Unsplash

    Tak Sama, Ini Jenis-Jenis Pick Gitar dan Kegunannya

    0 dibagikan
    Dibagikan 0 Cuit 0
  • Sejarah Pemutar Musik dari Masa ke Masa: Piringan Hitam hingga Streaming

    0 dibagikan
    Dibagikan 0 Cuit 0
  • Club Eighties Hadirkan ‘Cahaya’ Setelah Vakum 10 Tahun

    0 dibagikan
    Dibagikan 0 Cuit 0
  • Kufaku Band Ajak Penggemar Menikmati ‘Berak di Bakau’

    0 dibagikan
    Dibagikan 0 Cuit 0
  • Gitar Akustik Tiba-Tiba Fals, Ini Penyebabnya

    0 dibagikan
    Dibagikan 0 Cuit 0
Musiklik Footer

Musiklik.com | Webzine Musik Kamu

Musiklik.com adalah majalah musik online yang menyuguhkan informasi seputar dunia musik, baik dalam maupun luar negeri.

Temukan Kami

  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Memorapro

© 2016 - 2022 Musiklik. All Rights Reserved.

Tak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Showbiz
  • Musiklopedi
  • Intips
  • Musiklik TV
  • Musikamu
  • Chord & Lirik
  • Radio

© 2016-2022 Musiklik All Right Reserved.